Selasa, 26 Oktober 2010

apakah memang saya kurang menjaga diri??

Akhir-akhir ini saya sedang dilanda beberapa masalah. Tapi ada satu kesamaan dari beberapa masalah yang sedang membelit saya itu, semuanya ada kaitannya dengan L-O-V-E alias cinta.

Buat saya, cinta adalah bahagia melihat seseorang yang kita cintai bahagia walaupun kita tidak terlibat dalam kebahagiannya. Dan, cinta akan datang pada saat waktunya datang. Tanpa perlu dicari, tanpa perlu dijemput, cinta akan datang dengan senidirinya kala kita siap menerima cinta itu sendiri.

Hm.... Itu sih teorinya. Praktiknya??? NOL BESAAAAARRRR....

Cinta itu abstrak. Saking abstraknya, cinta nggak lagi mengenal logika.
Bukti?
Masa iya se, seseorang yang nggak cantik, nggak pinter, dan nggak banget kayak saya sampe dijodoh-jodohin temen-temen dengan lebih dari empat cowok sekaligus???

1. Saudara
Dia ini temen sekelas saya. Anaknya pinter, tapi saya yakin dengan perasaan saya bahwa saya nggak ada perasaan apa pun sama dia.
Cuma, hubungan kami memang baik banget. Jadinya, temen-temen menafsirkannya lain.

2. Sahabatnya temen saya
Yang ini juga temen sekelas saya juga. Malah satu SMA sama saudara. Kalau sama yang ini, saya itu suebel banget sama dia. Kami sempet ada konflik sehingga hubungan kami kurang baik, sampai sekarang. Padahal aslinya, sebelum konflik itu terjadi, kami pernah satu kelompok di satu mata kuliah dan dia itu gokil abis. Cocok sama saya yang juga sableng.

3. PR
Kalau ini bukan temen sekelas saya, tapi dosen saya. Gosip ini datangnya dari temen sekelas saya yang matanya agak rabun sehingga memirip-miripkan kami yang aslinya sangat-sangat-nggak-mirip-sama-sekali-banget. Sampai sekarang pun saya nggak habis pikir, dilihat dari segi mana kami dibilang mirip. Kalau cuma sama-sama tembem dan sama-sama pakai kacamata, HALLOOOO.... pemilik pipi temnbem yang berkacamata bukan hanya kami berdua, teman....
Karena keseringan digojloki, saya jadi takut kalau saya nggak imu lagi sama bapak ini... Semoga saja masih kuat.

4. PA
Kalau yang ini, lebih sensasional lagi... Ini dosen saya agama. Harusnya, sebagai orang yang ngerti agama, tindakan bapak ini yang membuat saya bertanya-tanya ini nggak patut dilakukan. Segala SMS-nya yang terlalu aneh untuk disampaikan ke mahasiswanya tapi juga terlalu gamblang untuk disampaikan kepada seseorang yang ingin disuntingnya. Kesimpulan dari temen-temen, kayaknya bapak ini lagi pedekate sama saya. Saya sih biasa saja, karena saya sudah pasti punya jawaban buat bapak ini. TIDAK. Tapi, gimana nyelesaiinnya, bapaknya nanya aja nggak. Apa yang perlu saya jawab???

5. Neutron
Kalau ini, temen kakaknya temen saya. Beliaunya lagi nyari jodoh. Temen saya nawari saya, mau nggak dikenalin sama mas ini. Katanya, "nggak rugi lho, ukh... Mas ini sudah kerja di PLN Jakarta. Mau nunggu anti kalau memang udah cocok..." Wow... PLN Jakarta?? MADERAH, dong??? Sayangnya, saya nggak mau nggantung anaknya orang... Iya kalau umur kami dipanjangkan sehingga ketemu sampai waktu yang telah kami tentukan? Kalau nggak???
Kalau untuk nikah sekarang, wah.... Ya nggak janji, deh... Saya tahu kemampuan saya, dan saya yakin bahwa saya belum siap untuk memulai proses sekarang. Lagipula, usia mas ini selisihnya cuma dua tahun sama saya. Jadinya ya, jelas eliminasi banget, ukh... Afwan... Masih banyak akhwat baik hati yang siap nikah sekarang...

6. Honey Bee
Dari sekian banyak yang dijodoh-jodohkan sama saya, saya tahu bahwa kepada orang inilah hati saya berpandang sekarang. Pada suatu masa jahiliyah, kami sempat berproses (walau proses itu tidak ahsan sama sekali, tapi saya menjaga supaya itu tetap ahsan). Sekarang proses kami sudah lama selesai, sudah lima tahun dan hati saya tetap terjaga untuk dia. Sengaja saya tetap menyimpannya agar saya bisa tetap lurus dalam melindungi hati saya. Selama saya punya seseorang untuk saya simpan di hati, saya yakin saya bisa melindungi diri saya sendiri. Dan kalau seandainya dia kerasukan jin yang paling aneh dengan datang kembali pada saya dan menawarkan sebuah hubungan yang lebih ahsan dari kemarin, saya sudah punya jawaban bahwa saya akan mengatakan TIDAK.

Huh....
Saya jadi ingat pertanyaan kakak saya yang sangat-sangat-menohok-hati-saya-sekali. Mbak tanya, "Sebenarnya kamu ini beneran njaga nggak, sih??"

Waktu denger pertanyaan itu, saya langsung ngamuk. Semua kasus itu kan bukan dari saya. Saya ini nggak ada kaitannya sama sekali sama saya yang menurut saya juga sudah menjaga diri.

Tapi setelah saya pikir-pikir, kayaknya memang ada kaitannya.
Hmmm.... Sebenernya saya ini sudah menjaga diri belum, sih???

0 komentar:


Blogspot Template by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Home Interiors