Selasa, 26 Oktober 2010

apakah memang saya kurang menjaga diri??

Akhir-akhir ini saya sedang dilanda beberapa masalah. Tapi ada satu kesamaan dari beberapa masalah yang sedang membelit saya itu, semuanya ada kaitannya dengan L-O-V-E alias cinta.

Buat saya, cinta adalah bahagia melihat seseorang yang kita cintai bahagia walaupun kita tidak terlibat dalam kebahagiannya. Dan, cinta akan datang pada saat waktunya datang. Tanpa perlu dicari, tanpa perlu dijemput, cinta akan datang dengan senidirinya kala kita siap menerima cinta itu sendiri.

Hm.... Itu sih teorinya. Praktiknya??? NOL BESAAAAARRRR....

Cinta itu abstrak. Saking abstraknya, cinta nggak lagi mengenal logika.
Bukti?
Masa iya se, seseorang yang nggak cantik, nggak pinter, dan nggak banget kayak saya sampe dijodoh-jodohin temen-temen dengan lebih dari empat cowok sekaligus???

1. Saudara
Dia ini temen sekelas saya. Anaknya pinter, tapi saya yakin dengan perasaan saya bahwa saya nggak ada perasaan apa pun sama dia.
Cuma, hubungan kami memang baik banget. Jadinya, temen-temen menafsirkannya lain.

2. Sahabatnya temen saya
Yang ini juga temen sekelas saya juga. Malah satu SMA sama saudara. Kalau sama yang ini, saya itu suebel banget sama dia. Kami sempet ada konflik sehingga hubungan kami kurang baik, sampai sekarang. Padahal aslinya, sebelum konflik itu terjadi, kami pernah satu kelompok di satu mata kuliah dan dia itu gokil abis. Cocok sama saya yang juga sableng.

3. PR
Kalau ini bukan temen sekelas saya, tapi dosen saya. Gosip ini datangnya dari temen sekelas saya yang matanya agak rabun sehingga memirip-miripkan kami yang aslinya sangat-sangat-nggak-mirip-sama-sekali-banget. Sampai sekarang pun saya nggak habis pikir, dilihat dari segi mana kami dibilang mirip. Kalau cuma sama-sama tembem dan sama-sama pakai kacamata, HALLOOOO.... pemilik pipi temnbem yang berkacamata bukan hanya kami berdua, teman....
Karena keseringan digojloki, saya jadi takut kalau saya nggak imu lagi sama bapak ini... Semoga saja masih kuat.

4. PA
Kalau yang ini, lebih sensasional lagi... Ini dosen saya agama. Harusnya, sebagai orang yang ngerti agama, tindakan bapak ini yang membuat saya bertanya-tanya ini nggak patut dilakukan. Segala SMS-nya yang terlalu aneh untuk disampaikan ke mahasiswanya tapi juga terlalu gamblang untuk disampaikan kepada seseorang yang ingin disuntingnya. Kesimpulan dari temen-temen, kayaknya bapak ini lagi pedekate sama saya. Saya sih biasa saja, karena saya sudah pasti punya jawaban buat bapak ini. TIDAK. Tapi, gimana nyelesaiinnya, bapaknya nanya aja nggak. Apa yang perlu saya jawab???

5. Neutron
Kalau ini, temen kakaknya temen saya. Beliaunya lagi nyari jodoh. Temen saya nawari saya, mau nggak dikenalin sama mas ini. Katanya, "nggak rugi lho, ukh... Mas ini sudah kerja di PLN Jakarta. Mau nunggu anti kalau memang udah cocok..." Wow... PLN Jakarta?? MADERAH, dong??? Sayangnya, saya nggak mau nggantung anaknya orang... Iya kalau umur kami dipanjangkan sehingga ketemu sampai waktu yang telah kami tentukan? Kalau nggak???
Kalau untuk nikah sekarang, wah.... Ya nggak janji, deh... Saya tahu kemampuan saya, dan saya yakin bahwa saya belum siap untuk memulai proses sekarang. Lagipula, usia mas ini selisihnya cuma dua tahun sama saya. Jadinya ya, jelas eliminasi banget, ukh... Afwan... Masih banyak akhwat baik hati yang siap nikah sekarang...

6. Honey Bee
Dari sekian banyak yang dijodoh-jodohkan sama saya, saya tahu bahwa kepada orang inilah hati saya berpandang sekarang. Pada suatu masa jahiliyah, kami sempat berproses (walau proses itu tidak ahsan sama sekali, tapi saya menjaga supaya itu tetap ahsan). Sekarang proses kami sudah lama selesai, sudah lima tahun dan hati saya tetap terjaga untuk dia. Sengaja saya tetap menyimpannya agar saya bisa tetap lurus dalam melindungi hati saya. Selama saya punya seseorang untuk saya simpan di hati, saya yakin saya bisa melindungi diri saya sendiri. Dan kalau seandainya dia kerasukan jin yang paling aneh dengan datang kembali pada saya dan menawarkan sebuah hubungan yang lebih ahsan dari kemarin, saya sudah punya jawaban bahwa saya akan mengatakan TIDAK.

Huh....
Saya jadi ingat pertanyaan kakak saya yang sangat-sangat-menohok-hati-saya-sekali. Mbak tanya, "Sebenarnya kamu ini beneran njaga nggak, sih??"

Waktu denger pertanyaan itu, saya langsung ngamuk. Semua kasus itu kan bukan dari saya. Saya ini nggak ada kaitannya sama sekali sama saya yang menurut saya juga sudah menjaga diri.

Tapi setelah saya pikir-pikir, kayaknya memang ada kaitannya.
Hmmm.... Sebenernya saya ini sudah menjaga diri belum, sih???

Rabu, 08 September 2010

Beberapa Blog yang Harus Saya Baca

Tadi pagi, saat iseng nyari-nyari situs untuk download data pdf-nya novel-novel terbitan Gramedia (hehehe... ya begini ini kalau nggak modal... maunya gratisan...!), saya menemukan sebuah blog yang isinya buagus sekuali (ini bukan lebai apalagi alai. ini ungkapan saya untuk menggambarkan bahwa blog yang saya temui ini memang buagus sekuali... ='))

Alih-alih menemukan apa yang saya cari, saya malah mendapatkan sebuah ilmu baru tentang dunia kepenulisan. Blog pertama yaitu milik Ijul alias Yuliyono yang berjudul
Funny. Smart. Single. Independent. Crunchy. HOT.

Blog ini milik seorang pecinta dunia tulis-menulis, memiliki keinginan suatu saat punya tulisan sendiri yang diterbitkan, dan fasih memberikan penilaian-penilaian objektif maupun subjektif pada setiap karya sastra Indonesia.

Bahasa penulisannya yang lugas, selekktif, tepat sasaran, dan nggak mengada-ada membuat saya kagum akan kecerdasan Pak Ijul ini. Dalam hati terbersit pertanyaan 'Kapan saya bisa menulis seperti ini?'

Saya juga pecinta novel. Saya juga pengen tulisan saya suatu saat bisa diterbitkan. Saya juga pecinta E-Ye-De (sampai-sampai para sahabat saya tersayang menjuluki saya Ketua Umum PPEYD alias Partai Pecinta Ejaan yang Disempurnakan). Tapi kenapa tulisan saya nggak bisa seberbobot Pak Ijul, ya? Nggak tajam dan nggak dalam banget...

Yah... semoga ini proses pendewasaan saya. Sisi positifnya, saya bisa terus menggali informasi dari beberapa orang yang juga sama-sama mencintai dunia tulis-menulis. Semoga...

Blog kedua adalah Munlait's Paradigm. Sebuah blog unik milik seorang ahli gizi yang juga sama-sama mencintai dunia tulis-menulis. Satu hal yang saya salut dari Ibu Endah ini adalah kekonsistensiannya dalam menulis. Apa pun yang beliau pikir, apa pun yang beliau alami, apa pun yang beliau rasa, selalu dituangkan dalam bentuk tulisan di blognya yang bernuansa retro ini. Betapa hal yang sepele seperti mie instan atau hal yang nggak penting seperti cara tertawanya bisa dituangkan dalam bentuk tulisan. Satu hal yang belum bisa saya lakukan karena masalah terbesar saya: INKONSISTEN.

Kadang, saya pengen menulis apa pun yang saya rasa, saya pikir, atau saya alami di blog saya ini. Walaupun nggak banyak sampai bikin tangan saya pegel buat ngetiknya, paling nggak konsistenlah. Satu hari minimal untuk satu tulisan. Kenyataannya? NOL BESAR.... Keinginan hanyalah keinginan. Harapan hanyalah harapan. Bagaimana caranya menciptakan mood dan motivasi yang enak untuk dibuat disiplin? Itulah yang menjadi PR saya sekarang ini.

Semoga, kedua blog ini bisa semakin membuat saya bersemengat untuk berkarya.
Semoga, kedua blog ini bisa memotivasi saya untuk bisa semakin disiplin dalam menulis.
Semoga, dan semoga.
Amiin.

Jumat, 27 Agustus 2010

Finally, I'm Back

Wah....
Tidak terasa, sudah dua bulan saya ngacangin blog ini... Kenapa ga bisa istiqomah, ya? Terakhir ngisi kan waktu sebelemu saya liburan ke jogja dulu ya?? Kapan-kapan saya cerita tentang liburan itu. Semoga saya bisa menepati janji ini.

Sebulan ini saya menghabiskan liburan di tempat orang. Saya ambil kursus di kampung Inggris, Pare. Harusnya, kalau saya bisa naik sepeda motor sendiri, saya bisa aja pulang-pergi tiap hari. Wong jam kursus saya siang, jam 10 dan jam 4. Tapi sayangnya, saya nggak bisa, jadinya ya saya harus kos di sana.

Pertama di pare, saya nggak tahu kalau pendaftaran hanya dibuka setiap tanggal 10 dan 25. Untungnya saya punya teman yang mengabari saya. Sengaja saya ambil yang tanggal 25 karena saya masih ingin di rumah untuk menikmati laga final Piala Dunia 2010 antara Spanyol dan Belanda. Karena dua-duanya bukan jagoan saya, saya netral dalam pertandingan ini. Cuma, untuk final setiap empat tahun sekali, masa iya saya melewatkannya begitu saja??

Karena itu, tanggal 20 Juli 2010 saya ke Pare bersama papi tercinta, mendaftar di Mahesa Institute, dan sempat kesulitan mencari tempat kos sebelum mendapat tempat di Mahesa Princess Camp 2.

Saya resmi menjadi penghuni MPC 2 tanggal 26, karena tanggal 25 itu ternyata Sabtu. Setiap Sabtu dan Ahad, Mahesa libur. Di Mahesa, saya cuma ambil satu program, yaitu Speaking II. Saya nggak kepikiran untuk ambil beberapa program sekaligus.

Tentor-tentor saya baik-baik. Namanya Mom Tri dan Mister Verry. Selalu ada kesan pertama pada setiap sesuatu. Untuk Mom Tri ini, saya agak sebel juga soalnya dua pertemuan pertama kosong tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jadi, saya udah dandan cantik dan panas-panas ke Mahesa ternyata jamnya kosong. Kalau sama Mister Verry ini, juga sebel juga sih... Soalnya di pertemuan pertama udah ngibulin kita-kita berkali-kali. Pertama, nyamar jadi murid biar kita bisa ngomong bahasa Inggris tanpa sungkan sama tentornya. Yang kedua, ngaku-ngaku kalau nggak bisa bahasa Indonesia soalnya dia blesteran Bangladesh-Jawa. Yang ketiga, katanya punya nama Verry Rohman yang artinya sangat pengasih (terinspirasi dari bahasa Inggris dan Arab), padahal nama aslinya itu Firmansyah! Gerrrr.....

Selama sebulan bersama teman baru, saya pernah ke Songgoriti, Batu, menikmati buka puasa dan sahur bersama. Ternyata Batu dingin banget.... Jadi tambah mantep keinginan saya untuk nggak tinggal di Malang. Kami juga bikin games. Nah, sebelnya itu selama games kan ada yang ngeshoot gambar untuk divideokan, karena saya duduk tepat di depan TV, jadinya sama Mas Zali (sang cameraman) saya nggak pernah diambil gambarnya...!!! BETE... ='(

Temen-temen di MPC 2 juga baik-baik. Walau setelah dua minggu berlalu saya baru bisa akrab dengan mereka... Teman sekamar saya namanya Nunung. Mahasiswi Universitas Mataram yang sengkatan dengan saya. Terus ada Miss Dilla, Miss Ria, Miss Uni, Miss Nanik, dll.

Unforgetable moment, but I have to leave them.
May be next year, I'll be back to there...
Amiin...

Rabu, 30 Juni 2010

Ketika Asa Bergantung pada Keberuntungan

Saya ini jadi seorang gibol sejak Piala Dunia 2002 Korsel-Jepang. Saat itu lagi rame-ramenya keluarga saya ngumpul. Ada aba, ada umi, ada mas, dan ada saya di ruang keluarga yang sempit tapi hangat... Rasanya pengen kembali ke masa itu....

Saat itu pertama kalinya saya bersentuhan dengan sepak bola. Gara-gara demam bola, mas saya beli segepok kartu pemain bola lengkap dengan foto dan identitas klubnya. Nah, kartu pertama yang saya sentuh adalah yang bergambar Filippo Inzaghi yang masih berkostum Juventus. Sejak saat itu pula, langsung saya ngefans banget sama yang namanya Inzaghi, walau belakangan saya tahu bahwa sejak 2001, dia sudah nggak di Juve lagi. Bahkan, saking cintanya sama Inzaghi, saya memakai namanya dalam salah satu email saya (milania_inzaghi@yahoo.co.id). Hihihi... Itu juga yang membuat saya cinta mati sama AC Milan, walau dalam keseluruhan kariernya tak hanya dihabiskan di Milan saja, tapi di klub itulah dia meraih kesuksesan.

Sejak 2002 pula saya memutuskan untuk 100% jadi gibol. Saya bersedia jadi Milanisti (sebutan untuk penggemar AC Milan, bahkan saya sampai membuat julukan sendiri: milania, yang artinya Milanisti bernama nia, hehehe.. maksa ya??) dan totally jadi tifosi setia Gli Azzurri (sebutan timnas Italia).

Maka, ketika piala dunia edisi ke- 19 yang dilaksanakan untuk pertama kalinya di benua Afrika, tepatnya di negara Afrika Selatan, tanpa ragu lagi saya menjagokan Itali untuk keluar sebagai juara. Selain karena cinta saya pada Gli Azzurri, status Italia sebagai juara bertahan dengan pelatih dan komposisi tim yang hampir sama dengan empat tahun lalu membuat saya yakin, Italia pasti bisa juara lagi!

Namun, apa yang terjadi sungguhlah di luar dugaan saya dan jauh dari prediksi siapa pun. Di babak kualifikasi grup, banyak tim-tim unggulan dari Eropa yang gagal meraih poin sempurna pada laga perdana. Dimulai dari Prancis yang ditahan imbang oleh Uruguay, kemudian Inggris dipaksa berbagi skor dengan Amerika Serikat akibat blunder sang kiper, Robert Green, lalu Italia yang juga seri melawan Paraguay, dan kekalahan sensasional Spanyol oleh Swiss..

Inilah Piala Dunia.
Selalu ada kisah di setiap perhelatannya. Entah kisah manis atau pahit, inilah Piala Dunia. Kegagalan Prancis untuk lolos di babak knock-out bahkan terjadi di dalam dan di luar lapangan. Italia yang hanya butuh hasil imbang untuk lolos pun dipaksa pulang kampung lebih dini oleh Slovakia pada lada pamungkas dengan skor tipis 2-3.

Yah, inilah Piala Dunia. Apa pun bisa terjadi...

Amerika Latin menjadi zona tersukses pada ajang ini. Meloloskan lima wakilnya ke babak 16 besar yaitu Uruguay, Argentina, Brazil, Paraguay, dan Cile. Berbeda dengan zona Amerika Utara dan Tengah yang hanya dua oleh Meksiko dan Amerika Serikat, zona Asia juga menyumbang dua delegasi lewat Jepang dan Korea Selatan. Sedangkan benua yang harusnya bergembira dengan adanya penyelenggaraan Piala Dunia kali ini, Afrika, hanya meloloskan satu saja wakilnya yaitu Ghana. Sisanya dari benua Eropa yang diwakili oleh Inggris, Jerman, Belanda, Slovakia, Portugal, dan Spanyol.

Takdir yang menyebabkan Inggris dan Jerman bersua lebih dini. Kenyataan bahwa kegagalan Inggris melenggang ke babak yang lebih jauh ini disebabkan oleh keputusan wasit yang tidak mengesahkan gol Frank Lampard membuat saya berpikir, dalam sepak bola, selain faktor skill dan mental, faktor lain-lain juga harus diperhitungkan. Andai saja waktu itu wasit Larrionda mengesahkan gol itu, tentu ceritanya akan lain.

Yah, lagi-lagi yang bisa saya katakan, inilah sepak bola.
Inilah Piala Dunia.

Sejak babak knock-out dimulai, saya berharap agar ada pertandingan yang berakhir dengan drama adu penalti. Karena jagoan saya Italia sudah tersisih, praktis hanya ada Argentina yang menjadi tumpuan harapan saya. Pasukan Diego Armandi Maradona telah memastikan satu tiket di perempat final setelah menghempaskan Meksiko dengan skor 3-1, walau dengan kontroversial akibat keputusan wasit Rosetti yang mengesahkan gola Tevez yang pertama.

Karena itu, saya pun tenang-tenang saja mengharapkan adanya sebuah drama yang benar-benar mengandalkan faktor mental dan keberuntungan ini. Toh, Argentina udah lolos aja, begitu pikir saya...

Hanya saja, kenapa harapan saya itu baru terkabul ketika laga yang mempertemukan satu-satunya sisa harapan Asia setelah Korsel terjungkal oleh pasukan Uruguay?? Jepang akhirnya dipaksa pulang kampung setelah kalah 3-5 oleh Paraguay setelah dua jam pertandingan tidak ada satu pun gol yang tercipta. Dari pertandingan ini, jelas terlihat bahwa Jepang merupakan tim kuat, yang mampu bersaing dengan negara-negara lain. Hanya keberuntungan saja yang menggagalkan langkahnya setelah tendangan ketiga Jepang oleh Kamano membentur mistar gawang...

Hilanglah sudah satu-satunya peluang Asia untuk berpesta di ajang ini. Hanya negara-negara yang memang kuat secara keseluruhan (baca: skill, mental, dan dewi fortuna) sajalah yang bisa lolos ke babak 8 besar.

Semoga masih ada cerita lagi di Piala Dunia kali ini.
Dan semoga kisah itu tidak hanya bersumber pada keberuntungan semata, demi tercapainya kisah dramatis dan abadi dalam pesta akbar sepak bola sejagad raya ini...

Waka Waka, Africa!!!

Senin, 28 Juni 2010

Happy Milad, Ukh...

28 Juni 2010

Saya menulis di akun facebook saya (http://www.facebook.com/nahaya) bahwa hari ini adalah hari ulang tahun saya. Padahal ultah saya yang sebenarnya itu tanggal 6 Desember 1991. Ini asli, sesuai dengan akta lahir, ijazah, KTP, dan mudah-mudahan SIM (karena saya belum punya SIM).

Lantas, kenapa saya memalsukan identitas saya di sebuah akun sosial yang bisa dilihat banyak orang?? Bahkan banyak teman-teman saya yang tertipu, menuliskan ke pesan dinding saya banyak doa yang intinya ingin ikut memeriahkan hari jadi saya...

Hmmm..
Ada beberapa alasan. Yang pertama, karena hari ini merupakan hari yang bersejarah untuk saya dan kehidupan saya. Pada tanggal 28 Juni 2005, saya mengiyakan ajakan teman sekelas saya untuk berpacaran. Wehehehe... Makkum saja, waktu itu saya masih berada di zaman jahiliyah... Masih kecil, pengen tahu aja rasanya pacaran. Apalagi dia ini orang populer di seantero sekolah...

Dia...
Hanya dia yang pernah ada di hati saya, bersemayam begitu lamanya bahkan sampai sekarang. Sempat ada orang lain yang menggeser posisinya di hati, tapi tak lama. Ketika saya menemukan suatu hal yang membuat ilfeel, perasaan itu tiba-tiba hilang dan hati saya kembali dipenuh oleh dia. Wkwkwk... Saya juga heran, kenapa dia bsia sebegitu bertahannya di sini. Padahal saya tahu banyak sekali kekurangannya, padahal saya tahu nggak akan ada kelanjutan apa-apa pada hubungan kami, padahal saya tahu hal seperti ini bisa membuat saya khawatir akan kebersihan hati saya...

Hmmm....
Sebenarnya saya jahat padanya. Saya itu sedang memanfaatkan dia. Saya menggunakan dia sebagai perisai hati saya dari pesona orang-orang baru di sekitar saya. Dengan adanya dia di dalam hati saya, insya Allah saya akan imun terhadap orang lain. Karena saya bukan seseorang yang bisa menyimpan banyak nama di satu hati.

Alasan kedua, karena saya mempunyai teman-teman kuliah yang sangat sayang pada temannya. Bahkan sangat sayangnya, sampai2 mereka pun rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli hal-hal yang ge petege kayata: telur, kopi, es kacang ijo, tali rafia, tepung, dll. Yap, apalagi kalau bukan untuk disiramkan pada yang lagi ulang tahun. Memang mereka itu menyebalkan!!! Itulah sebabnya saya mengganti hari lahir saya di akun facebook, supaya menghindari keusilan teman-teman. Di facebook kan ada fasilitas reminder untuk orang-orang yang sedang ulang tahun. Ga mungkin mereka bisa mengguyur saya hari ini. Wong saya sekarang sedang di Jombang, kampung halaman tercinta. Kalau Desember besok, entahlah, wallahu a'lam. Saya hanya bisa berdoa semoga mereka lupa...

Untuk segala doa yang saya terima hari ini, saya pending dulu sampai Desember ya....
Terima kasih atas kebaikan kalian semua...
Senyum hangat saya untuk kalian...
=')

Sabtu, 26 Juni 2010

Selamat menempuh hidup baru, ukh...

Ini nih fotonya Mbak Wi, saudara saya yang mau nikah itu...


Hiks…
Rasanya sedih juga kalau harus kehilangan satu saudara yang akan memulai babak baru dalam kehidupannya. Eh, bukan kehilangan sih… Lebih tepat kalau disebut merelakan. Karena Mbak Wi akan tetap ada di Surabaya karena pekerjaannya memang mengharuskan beliau ada di sana, nomor Mbak Dwi akan tetap aktif seperti yang saya punya, dan rumahnya pun saya akan tahu karena nanti sore saya akan melancong ke sana.


Yang berbeda hanyalah intensitas pertemuan kami yang sebelumnya jarang menjadi sangat jarang. Mengapa saya bilang begitu? Karena saya, si pengacara alias pengangguran banyak acara, lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah (kontrakan saya di Surabaya). Kebanyakan di kampus, entah urusan BEM, urusan UKM, atau urusan ge petege (baca: ga penting) lainnya. Sementara Mbak Wi (nama aslinya Dwi Wulandari), kerja sebagai guru sains di SMP Al-Falah, sebuah full day school ternama di kawasan Rungkut sana. Jadi, beliau baru pulang saat sore menjelang maghrib. Itu pun dalam kondisi yang sepertinya capek (karena saya nggak tahu pasti, beliau nggak pernah cerita juga soalnya…). Karena itu, waktunya di rumah lebih banyak dihabiskan di kamarnya yang berada di belakang, sementara kamar saya ada di depan. Mau sering ketemu gimana, coba?


Satu hal yang pasti akan saya rindukan dari Mbak Wi. Setelah beliau nggak tinggal di rumah yang sama dengan saya, tak ada lagi yang akan rutin menanyakan hal yang sama setiap ba’da isya, “Niake, sudah mandi?” Hehehe… Memang, kalau urusan mandi sore ini saya adalah orang yang paling malas sejagat raya. Orang-orang kebanyakan pasti sudah mandi maksimal maghrib. Tapi untuk saya, paling cepat saya mau mandi adalah ba’da isya. Pernah juga, saking malasnya saya mandi, saya memutuskan untuk nggak mandi sekalian. Tapi nggak pernah bisa, karena saya akhirnya kepanasan, jadi nggak bisa tidur. Akhirnya, menjelang saya tidur (yang seringnya pukul 22.00 ke atas), saya bela-belain mandi biar tubuh saya nggak kepanasan lagi…


November tahun lalu saya didapuk oleh keluarga untuk jadi penerima tamu di resepsi pernikahan sepupu saya. Saya yang aslinya memang banci tampil pertamanya menolak, saya ini kan pemalu… Huhuhu… Tapi, saya juga pengen, soalnya dengan jadi penerima tamu, perhatian pertama para tamu pastilah ke kami, karena kami yang menyambut kehadiran mereka. Yah, walau pun saat sudah masuk perhatian mereka beralih ke mempelai perempuan, paling nggak saya pernah mendapatkan perhatian itu. Kapan lagi bisa didandanin cantik tanpa mengeluarkan sepeser ruapiah pun, mendapat perhatian banyak orang, dan mendapat pengalaman tak terlupakan, foto bersama mempelai dengan kondisi sama-sama cantiknya… Hmmm… Akhirnya saya pun mengiyakan.


Sehabis foto itu saya dapat, langsung saya masukkan ke binder yang selalu saya bawa kemana-mana. Saya letakkan di cover, biar orang-orang tahu, itu lho wajah saya kalau didandanin cakep… Mengingat saya ini perempuan paling antik, males kalau disuruh dandan. Orang kalau pergi aja saya cuma pakai bedak dan parfum doang! Setiap ada orang yang melihat foto itu, hampir pasti mereka mempertanyakan hal yang sama. Kalau nggak, “Yang mana nih, pengantinnya?” ya, “Nia, kapan nyusul?”


Always, always, and always be there…
Sebel juga sih, tapi saya menikmati diledekin kayak gitu. Saya anggap itu adalah doa mereka supaya saya bisa segera menyusul. Itulah sebabnya saat pernikahan Mbak Wi ini, sebelum saya diminta saya bahkan menawarkan diri, “Mbak Wi, ga butuh bantuan untuk jadi penerima tamu, ta?”


Hahaha… Katanya pemalu… Kalo kayak gini sih bukannya pemalu, malu-maluin iya…
Wkwkwk… Mbak Wi Cuma njawab, “Yomes…”


Haduh…
Ya gini ini risikonya kalau hidup sama orang yang nggak sedaerah sama kita. Banyak kosa kata baru yang muncul di percakapan sehari-hari. “Apaan yomes?” tanya saya. Sambil ketawa, Mbak Wi jawab, “Yo mestilah…”


Dueng… Kirain apaan, Mbak Wi…


Tapi sampai undangan pernikahan itu disebar ke seluruh penjuru rumah, Mbak Wi nggak memberi kabar kalau saya ini jadi atau nggak disewa badannya untuk jadi penerima tamu. Kepastian itu saya dapat saat H-1! Hahaha… Ya begini ini kalau baru sekali jadi manten, belum pengalaman… Ups… Bukannya saya mendoakan Mbak Wi untuk jadi manten berkali-kali… Cuma etisnya kan siapa aja yang dijadiin panitia sudah harus ditentukan jauh-jauh hari… Untung aja saya bisa berangkat hari ini, padahal rencananya saya berangkat besok…


Hmmm…
Untuk Mbak Wi, saya persembahkan sebuah nasyid romantis kesukaan saya, Barakallah yang dinyanyikan oleh Aa’ Maher Zain…Semoga pernikahan anti dengan si Uda diberkahi oleh Allah, dijadikan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, mempunyai anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan kekal sampai maut memisahkan. Amiin…


Nia sayang Mbak Wi…

Jumat, 25 Juni 2010

apalah arti sebuah nama?

Membaca judul posting di atas pastilah membuat Anda teringat dengan penulis yang namanya abadi sepanjang masa, William Shakespeare. Dalam novelnya yang berjudul Romeo and Juliet (1595), Shakespeare menuliskan kata-kata yang diucapkan Romeo, salah satu tokoh penting dalam novel itu. "What's in a name? That which we call a rose by any other word would smell as sweet." Karena novel tersebut akhirnya difilmkan dan booming, kata-kata itu pun menjadi kata-kata yang biasa dikutip seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Lantas, apa arti dari nama blog ini? milanbarcasamasaja.blogspot.com

Hmmm...

Kata milan saya ambil dari sebuah julukan klub sepak bola favorit saya, Associazione Calceo Milan atau yang lebih dikenal dengan kata AC Milan. Klub ini berasal dari Milan, Italia. Di Milan sendiri, klub sepak bola yang terkenal ada dua, yaitu AC Milan dan Inter Milan. AC Milan biasa disebut Milan sementara untuk menyebut Inter Milan, orang-orang menyingkatknya menjadi Inter. Jadi, kalau ada orang yang menyebut sebuah klub sepak bola bernama Milan, itu merujuk ke AC Milan, bukan Inter Milan walau keduanya sama-sama berasal dari Milan. Selain Milan, klub milik Silvio Berlusconi ini juga memiliki beberapa julukan lain. Di antaranya, Il Diavolo Rosso (setan merah) dan Rossoneri (merah-hitam).

Kalau kata barca, itu saya ambil dari (lagi-lagi) klub sepak bola favorit saya, Barcelona Futbol Club. Klub ini berasal dari kota yang namanya sama dengan nama klubnya yaitu Barcelona, Spanyol. Klub ini adalah salah satu dari dua klub Spanyol yang berkibar tinggi di bumi Matador selain Real Madrid. Barca sendiri merupakan sebutan yang lebih singkat dari Barcelona sendiri. Selain Barca, Barcelona juga mempunyai beberapa julukan lain yaitu Los Azulgrana dan El Blaugran.

Sedangkan sama saja itu adalah hal yang sepele. Maksudnya, dua-duanya itu sama saja buat saya, alias sama-sama saya suka. Hehehe... Jadi, kalau dua tim itu berhadapan di lapangan hijau, saya nggak akan memberikan pendapat mana yang akan menang karena keduanya saya suka. Itulah yang saya maksud sama saja.

Sekian posting saya kali ini. Nantikan terus tulisan saya di posting selanjutnya.
(www.guemulailebai.com)



Blogspot Template by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Home Interiors